“Langkah Mudah Membuat Kolam Beton Impian”

kolam beton untuk budidaya 

Kolam beton atau kolam semen merupakan jenis kolam permanen yang dibuat dari campuran semen dan pasir. Banyak peternak ikan lele memilih kolam jenis ini karena lebih awet, tahan bocor, serta lebih higienis dibandingkan kolam terpal maupun kolam tanah. Selain itu, penggunaan air menjadi lebih efisien, kolam mudah dibersihkan, dan proses panen ikan pun dapat dilakukan dengan lebih praktis.

sumber : https://sl.bing.net/kNDNqmoRYSi


Kolam beton dibuat dari campuran semen, pasir, dan rangka besi yang kokoh. Pada tahap konstruksi, bagian dasar kolam biasanya didesain sedikit miring dari arah masuknya air menuju saluran pembuangan. Tujuannya adalah untuk mempermudah proses pengurasan serta membersihkan endapan sisa pakan dan lumpur. Selain itu, disarankan pula membuat kamalir atau parit di tengah kolam agar memudahkan saat proses panen ikan.


Pada tahap pengeringan, kolam beton perlu dipastikan benar-benar kering sebelum digunakan. Setelah itu, dilakukan proses sterilisasi dengan cara mengisi kolam setengah dari tinggi dinding, kemudian memasukkan beberapa batang pohon pisang untuk dibiarkan mengapung hingga membusuk selama kurang lebih dua minggu. Proses ini bertujuan untuk menetralisir racun maupun sisa zat kimia yang masih terdapat pada konstruksi kolam. Jika kolam langsung diisi air dan digunakan untuk menebar benih, suhu dinding kolam bisa terasa panas bagi ikan lele dan berisiko menyebabkan kematian.


sumber :

Tampubolon, F. R. (2021). Alih fungsi kolam tanah menjadi kolam beton pada budidaya ikan lele di Kelompok Tani Wakaf Mandiri. Jurnal Ilmiah Madiya (Masyarakat Mandiri Berkarya), 2(1), 14-19.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

“Oogenesis & Pemijahan: Kunci Sukses Perikanan Berkelanjutan”

Blue Polar Parrot Cichlid: Permata Biru dari Inovasi Genetika dalam Dunia Akuakultur Ikan Hias

Rekayasa Budidaya Keramba Jaring Apung (KJA) Laut untuk Finfish